ads

Fraud Tree (Pohon Fraud)

Fraud Tree/Acfe
Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menggambarkan occupational fraud dalam bentuk fraud tree. Pohon ini memberikan gambaran cabang-cabang dari fraud dalam hubungan kerja, beserta ranting dan anak rantingnya. Para akuntan cenderung lebih memahami fraud tree dalam bahasa inggris daripada pohon tree, karena fraud tree lebih sering digunakan. 

Occupational fraud tree memiliki tiga cabang utama, yaitu corruption, asset missappropriation, dan fraudelent statements.

Corruption

Istilah corruption di sini serupa tapi tidak sama dengan istilah korupsi dalam ketentuan perundang-udangan Indonesia. Istilah korupsi menurut UU Nomor 31 Tahun 1999 meliputi 30 tindak pidana korupsi.


Corruption memiliki empat bentuk

1. Conflict of interest dapat kita temukan dalam berbagai bentuk, diantaranya bisnis pelat merah dan bisnis pejabat dan keluarga serta kroni mereka yang menjadi pemasok atau rekanan di lembaga-lembaga pemerintah dan di dunia bisnis.

Binsis yang mengandung benturan kepentingan sering disamarkan dengan kegiata sosial-keagamaan dan muncul dalam bentuk yayasan-yayasan.

Memasukkan conflict of interest ke dalam undang-undang mempunyai kentungan, yakni pembuktian tindak pidana korupsi mengandung unsur (bestaddeel) conflict of interset relatif lebih mudah. Kemudahan pembuktian tindak pidana dalam korupsi ini bermanfaat dalam kasus-kasus pengadaan barang dan jasa.

Asset Misappropriation 


Asset Misappropriation atau pengambilan aset secara legal dalam bahasa sehari-hari disebut mencuri. Namun, dalam istilah hukum, mengambil aset secara ilegal yang dilakukan oleh seseorang yang diberi wewenang untuk mengelola atau mengawasi aset tersebut, disebut menggelapkan , istilah pencurian dalam fraud tree disebut larneny. 

Theodorrus M. Tunakotta (2010) menerjamahkan misappropriation sebagai penjarahan. Ini merupakan istilah generiknya.


Hal yang sering menjadi sasaran penjarahan (misappropriation) adalah uan (baik di kas maupun bank). Uang tunai atau uang di bank yang menjadi sasaran, langsung dapat dimanfaatkan oleh pelakunya.

Fraudelent Statements

Jenis fraud ini sangat dikenal auditor yang melakukan general audit (opinion audit). Fraud yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan, menjadi perhatian lebih auditor, masyarakat atau para LSM/NGO, namun tidak menjadi perhatian akuntan forensik.


Referensi: M. Tuanakotta, Theodorus (2010). Akuntansi Forensik & Audit Investigatif. Bogor: Penerbit Salemba Empat. 

ads