ads

Manfaat Fraud Tree


Fraud Tree/Acfe,com

Fraud tree memetakan fraud dalam lingkungan kerja. Peta ini membantu akuntan forensik mengenali dan mendiagnosis fraud yang terjadi, ada gejala-gejala “penyakit” fraud yang dalam auditing dikenal sebagai red flags. Dengan memahami gejala-gejala ini dan menguasai teknik-teknik audit investigatif, akuntan forensik dapat mendeteksi fraud tersebut.  


Kita tidak perlu mengikuti sepenuhnya frad tree seperti di Amerika. Kondisi Indonesia berbeda dengan kondisi di Amerika Serikat. Koruptor (pelaku fraud) di Indonesia sering kali lebih kreatif. 

Akuntan forensik sebaiknya membuat sendiri fraud tree atau peta dari tindak pidana yang diperiksanya. Seorang penyidik tindak pidana perpajakan, misalnya, perlu membuat Pohon Tindak Pidana Perpajakan. Ia dapat membuat pohon atau skema yang komprehensif untuk semua jenis pajak atau Pohon Tindak Pidana Perpajakan yang khusus untuk suatu jenis pajak tertentu (misalnya, Pajak Pertambahan Nilai), untuk jenis transaksi tertentu misalnya restruksi bangunan, restruksi pajak, atau tindak pidana perpajakan dalam industri tertentu misalnya, pertambangan, production sharing contractors (PSC). 

Akuntan forensik yang melakukan pemeriksaaan tindak pidana korupsi perlu membuat Pohon Tindak Pidana Korupsi. Pohon Tindak Pidana Korupsi yang komprehensif meliputi ke-30 jenis tindak pidana korupsi akan sangat rumit penyajiannya. Lebih mudah, dan lebih bermanfaat.

Referensi: M. Tuanakotta, Theodorus (2010). Akuntansi Forensik & Audit Investigatif. Bogor: Penerbit Salemba Empat. 
ads