ads

7 Kisah Nyata Inspiratif Tentang Mengampuni yang Langka

Kita bisa belajar dari orang-orang luar biasa ini. Setelah menderita kejadian yang buruk, mereka mampu menyingkirkan kemarahan dan kesalahan untuk menemukan kasih dalam hati mereka. 

Berikut adalah 7 kisah nyata tentang mengampuni yang menggugah hati kita.

1. Saling Mengampuni Antara Kedua Budaya Berbeda

Mei 2014, fotografer New York Times Peter Hiogo memulai proyek pengambilan foto di Rwanda untuk mendemonstrasikan pengampunan diantara Hutus dan Tutsis- kedua budaya yang berbeda tersebut terlibat dalam kejahatan genosida Rwandan tahun 1994 yang membunuh jutaan nyawa.

Dalam foto tersebut, anggota dari kedua budaya yang berbeda tersebut berdiri bersama, mereka adalah Francine Mukagasam dan Oliver Habyarimana. Foto tersebut menggambarkan kisah pengampunan dan bagaimana pelajaran hidup untuk mengampuni kini benar-benar terjalin. 

2. Pengampunan dan Memberikan Keringanan Hukuman


Setelah bekerja dalam waktu yang lama di kantor pemadam kebakaran, Matt Swatzell tertidur pulas ketika sedang menyetir mobil dan menabrak kendaraan lain. Tabrakan tersebut membunuh seorang Ibu bernama June Fitzgerald yang sedang hamil dan melukai anak perempuan June yang berusia 19 bulan. 

Suami Ibu June Fitzgerald, seorang pendeta sepenuh waktu meminta keringanan hukuman kepada Matt Swatzell, dan melakukan pertemuan dengan Matt Swatzell di sebuah kedai kopi dan melakukan percakapan. 

Via Today.com

Beberapa tahun kemudian, kedua pria tersebut tetap bisa melakukan percakapan. “Anda diampuni, karena anda lebih dulu diampuni (oleh Kristus)” ungkap Fitzgerald suami June Fitzgerald. 

3. Keteguhan Hati Seorang Ibu

Ady Guzman (Ibu) Memaafkan Tindakan Jordyn Howe/Via people.com

Remaja bernama Jordyn Howe membawa senjata kakeknya ke sekolah dan tiba-tiba menembak anak perempuan Ady Guzman bernama Lourdes, sambil menunjukkan senjata api tersebut ke teman-temannya. Ady Guzman adalah Ibu dari perempuan yang tertembak tersebut.

Ady Guzman mengagetkan hakim dan masyarakat, Ady Guzman tidak hanya mengampuni Jordyn Howe tapi juga meminta kepada hakim agar Jordyn mendapat hukuman yang lebih ringan. Ady Guzman percaya bahwa anaknya menginginkan hal tersebut.

Jordyn Howe mendapat keringanan, dan hanya akan melayani selama setahun di pusat penahanan remaja dan dia akan mengunjungi sekolah setempat bersama Ady Guzman untuk memperingatkan remaja akan bahaya menggunakan senjata api. 

4. Hubungan yang Tak Terduga

Via Dailymail.co.uk

Sandra Walker, seorang Ibu yang memiliki dua anak harus kehilangan suami dalam sebuah tabrakan mobil yang juga menyebabkan ia mengalami cedera otak. 

Dalam sidang kecelakaan, melalui keterangan pengadilan Sandra Walker menaruh simpati kepada wanita yang menabrak mereka, dimana penabrak tersebut kehilangan seorang anak, Sandra memeluknya. “Aku tahu dia akan melalui kesakitan yang aku alami. Aku ingin dia tahu bahwa aku memaafkannya atas apa yang telah dia lakukan,” ungkap Sandra. 

5. Kasih Seorang Pejabat Polisi

Steven McDonald adalah seorang pejabat polisi muda. Tahun 1986 ketika ia ditembak oleh remaja di Central Park kota New York, sebuah kejadian yang menyebabkannya menyerah. 

Via Plough.com

“Saya memaafkan (penembak) karena saya percaya hanya hal buruk dari menerima peluru di tulang belakang saya akan menumpuk dendam di hati saya,” tulis Steven.

Ketika remaja penembak menjalani hukuman di penjara, Steven berkirim surat dengannya, berharap bahwa suatu hari mereka berdua bisa bekerja sama untuk memberikan contoh tentang memaafkan dan anti kekerasan.  Sayangnya, pemuda tersebut meninggal dalam sebuah kecelakaan sepeda motor, tiga hari setelah ia dibebaskan, namun Steven tetap melakukan perjalanan di negaranya untuk menyampaikan pesan tentang memaafkan dan anti kekerasan. 

 

6. Kasih Ibu yang Tidak Biasa
Mary Johnson Bersama Oshea/ Via Thedailybeast.com
Mary Johnson kehilangan anak laki-laki tahun 1993 setelah seorang remaja bernama Oshea Israel terlibat dalam sebuah perkelahian bersama anaknya dalam sebuah pesta, dan menembaknya.
 
Tanpa banyak jawaban, Mary mengunjungi Oshea dalam penjara. Setelah mereka pertama kali bertemu, “Aku mulai merasakan langkah yang tepat,” ungkapnya. 
 
“Mampu menggerakkan langkahku, dan aku baru saja mampu menggerakkan tubuhku. Ketika aku merasakan itu hilang, aku langsung tahu bahwa semua kemarahan dan kebencian dan permusuhan di hatiku kepadamu selama dua belas tahun telah berakhir. Sungguh aku telah memaafkanmu dengan sungguh.”
 
Keduanya sekarang hidup bertetangga. Mary bahkan menganggap Oshea sebagai anaknya sendiri dalam sebuah wawancara.  
 
Saya mengagumi Ibu karena Ibu berani menawarkan pengampunan, dan berani menawarkan pengampunan, dan menjadi berani mengambil tindakan tersebut, itu memotivasi saya agar memastikan bahwa saya dalam jalan yang lurus,” jawab Oshea. 

7. Pengampunan dari Biarawati Fransis Lydia Sumiati
Via Tribunnews.com

Biarawati Fransis Lydia Sumiati mengalami kejadian yang membuatnya harus mendapat perlakukan yang tidak baik dari perampok yang memukul wajahnya berkali-kali sampai berdarah dan membuatnya tidak bisa melihatnya. 

Ketika biarawati Fransis Lydia Sumiati dipertemukan dengan perampok yang memukul wajahnya, ia melepaskan pengampunan kepadanya. Klik untuk membaca kisahnya lebih lanjut. 

 
Referensi:
Semoga anda terinspirasi setelah membaca ketujuh kisah nyata di atas tentang mengampuni. 
ads