Dapatkah Kita Mempercayai Jobstreet?

Foto: Jobstreet.co.id

Apakah kamu seorang pencari kerja yang ragu dengan situs pencari kerja jobstreet? Artikel ini cocok sebagai informasi untukmu. Dalam artikel ini, saya juga membagi tips melamar pekerjaan di jobstreet. Jadi, selamat membaca. 

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia kerja, muncullah berbagai situs untuk mencari pekerjaan yang mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja (Job seeker). Situs pencari kerja banyak muncul untuk memudahkan pencari kerja dan perusahaan untuk berinteraksi. 

Kita harus berhati-hati dengan makin banyaknya situs pencari kerja di internet. Salah-salah, kita bisa dijebak oleh perusahaan fiktif.

Salah satu situs pencari kerja yang saya gunakan adalah Jobstreet.co.id. Saya menulis artikel ini untuk menjawab pertanyaan seorang teman. Saya menulis berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya harap tulisan ini bisa membantumu dalam mencari pekerjaan. 

Melalui jobstreet, saya sudah mendapat 5 panggilan wawancara dari perusahaan. Dua diantaranya tidak bisa saya hadiri. 3 perusahaan lainnya mewawancarai saya, namun kami tidak berjodoh, sehingga saya tidak bekerja di sana. 

HRD perusahaan akan tertarik untuk mewawancarai apabila profil jobstreet kita sesuai dengan ekspektasi mereka. Saya memoles profil saya sebaik mungkin. Saya menggunakan Bahasa Indonesia untuk mengisi profil jobstreet saya, kamu juga bisa menggunakan Bahasa Inggris. Berikut adalah poin-poin penting dalam memoles profil jobstreet. 



Hindari Typo

Hindari salah ketik (typo), misalnya kata ‘bkerja’ seharusnya menjadi bekerja. Tidak peduli profilmu sudah sangat baik, perusahaan bisa memberimu nilai yang kurang baik, hanya karena typo.

Isi Lengkap Profil My Jobstreet

Pada menu My Jobstreet isi lengkap data diri kamu. Mulai dari pengalaman, pendidikan, keterampilan, Bahasa, info lainnya, dan resume.

Pada menu pengalaman, masukkan data pekerjaanmu sebelumnya dengan lengkap. Jangan lupa isi deskripsi pekerjaan, apa yang kamu lakukan selama bekerja. Bagian deskripsi pekerjaan jangan dikosongkan. Jika kamu belum bekerja sebelumnya, kosongkan menu pengalaman. 

Menu keterampilan, saya isi sesuai dengan posisi yang saya inginkan. Misalnya, saya ingin melamar sebagai auditor. Maka keterampilan yang saya masukkan adalah ‘writing and oral communication,’ ‘word, excel, and power point.’ Keterampilan yang dimaksud di sini adalah keterampilan diluar kemampuan pendidikan kamu. Saya tidak menulis ‘Make reporting audit,’ karena latar belakang pendidikan saya adalah auditing, maka indikasinya adalah saya sudah memahami cara membuat laporan audit. 

Menu ‘Bahasa’ isi dengan bahasa yang pernah kamu pelajari. Saya menilai bahasa Indonesia saya di angka 9 dari 10. Lalu untuk Bahasa Inggris, saya mengikuti penilaian Bahasa Inggris Jobstreet (JELA) secara gratis. Tips mengikuti JELA adalah dengan melakukan ‘latihan’ yang diadakan jobstreet. Jangan melakukan JELA sebelum kamu mendapat nilai yang pas di latihan JELA. Sebab sekali melakukan tes JELA, maka kamu diperbolehkan tes lagi dua bulan kemudian. Tetap berlatih melalui menu MyJobstreet → Pengembangan Karir → Penilaian Bahasa Inggris, sampai nilaimu diangka 30-40. Kamu tetap bisa melamar pekerjaan, walaupun masih sedang latihan JELA. 

Upload Resume

Upload resume kamu ke menu ‘resume.’ Resume hampir sama dengan CV. Namun resume lebih singkat, panjangnya 1 halaman, panjang maksimal adalah 2 halaman, resume juga fleksibel, dan serbaguna. Resume menekankan pengalaman professional, kemampuan, dan memberi tahu perusahaan tentang tujuan karir yang hendak dicapai. 

Menghubungi Perusahaan 

Hubungi perusahaan melalui pesan. Pada bagian deskripsi perusahaan yang dilamar, kamu bisa melihat nomor telfon perusahaan yang tercantum. Saya memasukkan nomor telfon mereka ke dalam hp, dan menhubungi mereka lewat pesan WhatsApp. Saya memberikan informasi kepada mereka melalui sebuah pesan. Salah satu isi pesan saya adalah, “Selamat siang, nama saya ****, saya melihat informasi lowongan kerja di jobstreet, apakah benar perusahaan *** sedang membuka lowongan pekerjaan? Saya sudah mengaplly lewat jobstreet. Terima kasih.”

Menghubungi perusahaan bisa menjadi perkenalan awal bahwa kamu tertarik dengan perusahaan. Sehingga HRD memberikan poin lebih untukmu.

Berhati-hati dengan perusahaan fiktif, atau perusahaan yang mengatasnamakan perusahaan tertentu. Cara mengetahui perusahaan fiktif adalah dengan melihat profil mereka yang tidak meyakinkan. Misalnya, website mereka apa adanya. Berikutnya, perusahaan mencantumkan gaji diatas rata-rata gaji posisi. Contoh, perusahaan mencantumkan gaji junior auditor adalah Rp 17.000.000,00, gaji tersebut tidak masuk akal. Sudah pasti perusahaan tersebut fiktif. Selain itu, perusahaan fiktif meminta uang kepada pelamar sebagai salah satu syarat. 

Setelah semua tips di atas kamu penuhi, berikutnya adalah bersabar mendapat panggilan interview dari  perusahaan, sembari tetap mengikuti jobfair Universitas. 

Kesimpulan

Mencari pekerjaan di jobstreet butuh kecakapan dalam memoles profil diri. Setelah kita berhasil memoles profil jobstreet dengan benar, maka perusahaan akan tertarik untuk mewawancarai. Dengan demikian, terbukti bahwa jobstreet dapat kita percayai dengan tetap mewaspadai perusahaan fiktif.