Penjelasan Ilmiah Hujan Es di Magelang

Ilustrasi Hujan Es/Foto: Twitter Media Indonesia

24 Januari 2018 kemarin, seluruh wilayah kota Magelang, Jawa Tengah, hingga ke Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengalami fenomena langka yakni hujan es. Gumpalan es kecil turun disertai hujan lebat. Fenomena tersebut menurunkan jarak pandang hingga merubuhkan sejumlah baliho.

Lalu bagaimana penjelasan ilmiah fenomena yang jarang terjadi ini?

Hujan es berbeda dengan salju. Hujan es terjadi seperti hujan biasa, dimana ia terbentuk melalui kondensasi uap air dan mengalami pendinginan di atmosfer pada lapisan dibawah level beku. Kemudian terbentuklah gumpalan es. Apabila sudah cukup besar akan tertarik grafitasi, akhirnya jatuh ke tanah dalam bentuk gumpalan es.

BMKG pada 25 Januari 2018 menuturkan bahwa fenomena turunnya hujan es di wilayah Indonesia merupakan fenomena ilmiah biasa. BMKG merilis, hujan es berdurasi singkat umumnya terjadi saat masa pergantian musim, baik dari musim hujan ke musim kemarau, ataupun sebaliknya dari musim kemarau ke musim hujan.

Gumpalan es tidak langsung mencair saat jatuh kebawah walaupun suhu relatih hangat, pada saat terjatuh kebawah suhunya relatif lebih hangat.

Hujan es biasanya terjadi dibawah ketinggian 3.400 meter pada titik pembekuan. Tingkat beku awan cumulonimbus menurun yang disebabkan oleh pergerakan masif udara kering. Akhirnya hujan dengan volume besar terjadi dalam bentuk gumpalan es.

4 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Fasilitas Kebun Binatang Ragunan Jakarta

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung

 

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.