Sebelum Mendaki, Kenali Penyakit Gunung yang Bisa Menyerang Anda!

Mendaki Gunung/ Foto: Nypost.com

Mendaki gunung tentunya bukan perkara mudah, karena banyak hal yang harus Anda persiapkan. Selain cari tiket pesawat murah, serta mempersiapkan peralatan mendaki dan bekal makanan, mempersiapkan perbekalan “ilmu” juga harus Anda perhatikan.

Sahabat traveler, sebelum mendaki, ada baiknya Anda mempelajari istilah pendakian, serta mengetahui pencegahan penyakit yang mungkin mendera para pendaki. Berikut ini adalah beberapa kejadian yang dapat diklasifikasikan sebagai penyakit pegunungan (Mountain Sickness):

Hipotermia

Hipotermia merupakan suatu keadaan dimana suhu jatuh kedalam suhu di bawah normal. Penyebabnya biasanya sebagai berikut:

  • Tubuh berada dalam suhu di bawah titik beku.
  • Berada di lingkungan yang memiliki suhu dingin dalam waktu yang lama.
  • Hipotermia biasanya menyerang pendaki yang kelelahan, kelaparan, ketakutan, tubuh basah, terkena angin dingin, dan kekurangan oksigen pada ketinggian.

Gejala hipotermia biasanya terjadi saat seseorang mengalami penurunan suhu tubuh yang saat disentuh seluruh tubuh terasa dingin dan tampak kebiru-biruan atau pucat. Tanda-tanda vital dari hipotermia ini dapat dilihat dari denyut nadi yang tidak normal, begitu juga suhu tubuh dan pernafasan yang tidak normal.

Biasanya korban akan mengalami penurunan kesadaran, seperti mengantuk, mengigau (Linglung) atau yang paling berbahaya adalah tidak sadarkan diri. Jika teman Anda sesama pendaki ada yang menderita hipotermia, Anda harus segera melakukan hal seperti berikut:

  • Ganti pakaian teman Anda. Pakaian dalam keadaan basah menjadi salah satu pemicu hipotermia.
  • Segera berikan napas buatan jika pengidap berhenti bernapas.
  • Hindari menggosok tangan atau kaki, serta jangan melakukan gerakan berlebihan pada pengidap hipotermia.
  • Berikan minuman hangat.
  • Dekatkan korban dengan perapian.

Hipoglikemia

Penyakit selanjutnya yang mungkin menyerang para pendaki adalah Hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan keadaan dimana kadar gula dalam darah menjadi rendah disebabkan kekurangan zat gula termasuk cadangan dalam tubuh. Keadaan yang terbilang cukup berbahaya ini bisa terjadi pada korban yang lama tidak makan atau minum di dalam kondisi lingkungan yang dingin dalam waktu yang cukup lama.

Biasanya gejala seorang pendaki yang menderita Hipoglikemia adalah keringat dingin, penglihatan menjadi kabur, kehilangan kemampuan untuk bergerak, kejang, jantung berdebar, cemas, gelisah, bingung bahkan tidak sadar.

Jika Anda memiliki teman yang sekiranya mengalami gejala tersebut, Anda bisa membantunya dengan melakukan hal seperti berikut:

  • Baringkan korban tanpa bantal.
  • Segera berikan napas buatan jika pengidap berhenti bernapas.
  • Saat korban sadar segera berikan makanan manis.
  • Diusahakan korban harus dalam keadaan sadar.
  • Secepat mungkin korban harus dievakuasi dan dibawa ke instansi kesehatan guna mendapatkan pertolongan selanjutnya.

Frosbite

Frosbite adalah suatu proses penurunan suhu tubuh, disebabkan oleh suhu dingin yang menyebabkan terjadinya kekakuan atau membekunya anggota tubuh. Gejala-gejala sangat mudah diketahui, seperti ujung-ujung jari dan kaki menjadi dingin dan kaku, serta kuping atau telinga terasa begitu dingin. Frosbite ini biasanya menyerang para pendaki gunung es. Frosbite dibagi menjadi dua golongan:

Frosbite Permukaan

Biasanya yang terkena hanya kulit dan lapisan di bawahnya ditandai dengan kulit terasa keras dan warnanya menjadi abu-abu putih. Frosbite permukaan ini akan terasa sakit sekali, namun lama-kelamaan menghilang.

Saat Anda mengalami hal ini, Anda bisa melakukan hal ini:

  • Jika kulit Anda mengalami frosbite permukaan, rendam di air hangat, namun jangan pernah menggosoknya agar tidak terjadi kerusakan jaringan.
  • Konsumsi makanan dan minuman hangat dan lakukan gerakan pada bagian tubuh yang terkena frosbite permukaan. Sebaiknya Anda mengonsumsi makanan hangat yang murah untuk dikunyah.

Frosbite Dalam

Frosbite dalam biasanya menyerang otot-otot dan tulang, ditandai dengan pembesaran bagian yang terkena frosbite dalam dan biasanya bagian tersebut menjadi kaku dan mati rasa. Untuk penanganannya hampir sama dengan penanganan frosbite permukaan.

Dehidrasi

Pasti Anda sudah tidak asing degan kata dehidrasi. Dehidrasi merupakan kekurangan cairan, disebabkan oleh kekurangan pemasukan cairan atau pengeluaran cairan yang berlebihan.  Keadaan ini dapat terjadi pada orang-orang yang melakukan aktivitas berat dalam waktu yang cukup lama tanpa mengonsumsi cukup cairan.

Dehidrasi juga dapat terjadi pada orang yang menderita diare. Pasalnya orang yang terkena diare, cairannya banyak terbuang melalui pencernaan. Bahaya lain dari dehidrasi adalah gangguan keseimbangan elektrolit tubuh dan dapat menjadi penyakit pada kondisi tertentu seperti kram otot. Heat stroke, syok.

Dehidrasi jika terjadi terus-menerus akan menyebabkan kondisi kematian. Maka dari itu Anda harus melakukan penanganan yang tepat. Jika teman pendakian Anda terserang dehidrasi, penanganannya adalah sebagai berikut:

  • Berikan minuman yang dalamnya terdapat gula, sedikit garam (Larutan Garam Gula = LGG) atau yang biasa kita kenal degan mana oralit.
  • Jangan memberikan cairan tersebut dengan terburu-buru karena jika tersedak, kondisinya bisa berbahaya.

Nah, jadi sudah tahu bukan, hal-hal yang harus Anda lakukan saat penyakit gunung mendera?

Untuk Anda yang masih bingung atau belum tahu dimana cari tiket pesawat murah, coba cek Reservasi.com saja deh, karena daftar harga tiket pesawat murah dari berbagai maskapai hadir di Reservasi.com.

Artikel sebelumnya: 

Menjelang Tahun Baru 2018, Berkunjung Ke Rumah Nenek

Malam Tahun Baru 2017, Google Merayakannya Melalui Doodle Berseri

Inilah Lokasi Syuting Wiro Sableng di Alam Terbuka

Libur Panjang, Objek Wisata Lembang Ditumpuki Sampah

Paralayang Santa Claus Berbagi Kado Natal dari Langit Toraja