Begini Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018 dari Titik Tertinggi di Toraja, Gunung Sesean, Sulawesi Selatan


Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang rencana ke objek wisata Toraja, Gunung Sesean di Toraja Utara pada Rabu, 31 Januari 2017. Gunung Sesean adalah titik tertinggi di Toraja dengan ketinggian 2.100 Mdpl. Rencana ke Gunung Sesean melihat fenomena Gerhana Bulan Total awalnya adalah rencana Edi, teman SMP dan SMA saya, dalam video saya selalu memanggilnya Jumedi. Pukul 15.20 WITA kami mulai berangkat menggunakan kendaraan beroda dua melakukan travel.

Rute yang kami lalui adalah ke arah objek wisata Bori’ Kalimbuang, tapi tidak mencapai objek wisata tersebut, sebelumnya kami melewati SMA Kristen Barana’, kemudian mengambil jalan ke kiri menanjak, sebelum mencapai rumah Bapak Bupati Toraja Utara.

Objek Wisata Menhir Bori’ Kalimbuang

Tiba di Batutumonga, kami singgah sebentar di toko kecil untuk membeli bekal yang menjadi bekal di atas Gunung Sesean, berupa mie dan kopi sachet.

Dekat dengan SDN 1 Sesean Suloara’, kami memarkir kendaraan disebuah rumah penduduk, mereka sedang mengobrol santai saat kami minta izin memarkir kendaraan. “Bolehkah kami memarkir kendaraan disini Pak?,” tanya Edi kepada penduduk. “Boleh, silahkan,” jawab seorang Bapak.    

Selfie di Atas Gunung Sesean, Sedikit Kelelahan

Sebelum naik, kami membayar biaya karcis per orang 10 ribu rupiah di sebuah rumah yang depannya terdapat Alang (Penyimpanan padi) tempat pengambilan tiket. Di depan rumah tersebut, sekumpulan anak-anak sedang bermain.  

Menuju puncak Gunung Sesean, jalan yang dilalui menanjak tajam, membuat otot kaki saya kelelahan, apalagi saya tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu dengan merenggangkan otot-otot kaki sebelum naik gunung, sehingga saya banyak kali berhenti sebentar.  Terdapat 66 anak tangga yang dilalui, kemudian jalan bertanah yang menanjak tajam. Jalan yang dilalui selanjutnya cukup banyak mendatar sehingga saya tidak banyak kali mengalami kelelahan otot.

Setibanya di Gunung Sesean pukul 17.58 WITA, kami memilih tempat terbaik untuk memasang tenda dengan ketentuan dekat dengan sumber air serta tidak banyak dilalui oleh angin.

Memasang Tenda di Atas Gunung Sesean/Foto oleh Jumedi, Instagram.com/jumedipadang

Matahari sedang terbenam (sunset) dibelakang gunung lainnya, cocok untuk mengambil foto dan video.

Hari semakin gelap dan suhu udara semakin dingin, sembari menunggu Gerhana Bulan, kami membuat api unggun, memasak mie layaknya jaman mahasiswa hahaha, dan minum kopi sachet. 

Sedang Menunggu Gerhana Bulan Total/Foto oleh Jumedi Marten Padang, Instagram.com/jumedipadang

Dari atas Gunung Sesean, saya melihat kota Rantepao (Ibu kota Kabupaten Toraja Utara) dengan kerlipan lampu-lampu berjalan dari kendaraan, beserta lampu rumah-rumah masyarakat.

Lampu-Lampu Kota Rantepao Terlihat dari Atas Gunung Sesean/Foto Oleh Jumedi Marten Padang, Instagram.com/jumedipadang

Mendengar Suara Anjing dan Teriakan Perempuan

Suara-suara masyarakat disekitar kaki gunung merambat melalui udara sehingga bisa terdengar sampai keatas gunung.

Dari atas Gunung Sesean kami mendengar suara anjing menggonggong gukkk… gukkk.. gukkk… dan suara seorang perempuan yang berteriak karena anjing tersebut.

Akhirnya, bulan mulai memperlihatkan wajahnya didampingi oleh awan-awan putih disekitarnya.

Saya mencatat waktu-waktu penting terjadinya Gerhana Bulan Total berikut:

1. Pukul 19.00 WITA: Awal Gerhana Bulan Parsial dan Kaget dengan Sosok Kucing

Awal Gerhana Bulan Parsial/Foto oleh Jumedi Marten Padang, Instagram.com/jumedipadang

Penampakan bulan dari atas Gunung Sesean terlihat bercahaya putih terang.

Saya kaget ketika tiba-tiba muncul seekor kucing dari balik batu. Kucing itu mengelus-elus kepalanya ke tubuh saya. Kemungkinan kucing ini adalah kucing liar yang sudah lama berada di Gunung Sesean. Saya memberikan mie yang saya makan, namun kucing itu tidak memakannya.    

Kucing yang Tiba-Tiba Muncul dari Balik Batu

2. Pukul 20.52 WITA: Awal Gerhana Bulan Total

Pukul 20.52 WITA, bulan sama sekali tidak terlihat dari atas Gunung Sesean, yang terlihat hanyalah Edi yang sedang berdiri didepan api unggun, bersamaan dengan suara jangkrik yang berada didalam tanah.

Pukul 20.59 WITA, barulah bulan sedikit terlihat.

3. Pukul 21.30 WITA, Puncak Gerhana Bulan Total

Pemandangan Gerhana Bulan Total dari Atas Gunung Sesean

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu terjadi, pada Pukul 21.46 WITA, bulan terlihat berwarna merah yang disebut Puncak Gerhana Bulan Total. 

4. Pukul 21.08 WITA, Akhir Totalitas

Bulan sama sekali tidak terlihat karena tertutup oleh awan.

5. Pukul 22.11 WITA, Akhir Gerhana Bulan

Kami tidur, Lol. Wakakakaka.

Pagi hari kira-kira 02.00 WITA, kaki saya terasa dingin sekali, saya memasang kembali kaos kaki yang sempat saya keluarkan.  

Pemandangan matahari terbit (sunrise) dengan suara-suara burung disekitarnya menggetarkan sanubari saya, alangkah eloknya Toraja ini.  

Sunrise di Gunung Sesean/Foto Oleh Jumedi Marten Padang, Instagram.com/jumedipadang

Eitsss tulisan saya belumlah selesai, masih ada lagi beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Mengunjungi Gunung Sesean sangatlah layak sambil mengamati fenomena alam, selain karena udaranya yang sejuk, pemandangan kota Rantepao terlihat indah dari atas gunung.

Gunung Sesean kurang terjaga kebersihannya, dibeberapa tempat sampah berserakan. Gunung ini memiliki air yang jernih, namun sayang disekitar pipa kecil dimana air keluar mengalir terdapat sampah dalam bentuk kantong plastik, padahal ada himbauan agar tidak membuang sampah. Himbauan lainnya adalah agar tidak buang air besar di sekitar air mengalir. 

Himbauan yang Terpasang di Sekitar Air Mengalir

Sebelum turun dari atas Gunung Sesean, sebagai bentuk kesadaran, kami terutama membersihkan sampah-sampah yang kami hasilkan kemarin malam.

Penanaman pohon disekitar gunung perlu diacungi jempol, pohon-pohon itu dililiti plastik berwarna merah sebagai tanda, biarlah warisan alam untuk generasi-generasi yang akan datang dilestarikan, dengan demikian keseimbangan alam tetap terjaga, burung-burung bisa bebas hinggap pada pohon tersebut. Demikian wisata yang kami lakukan di Gunung Sesean, melihat Gerhana Bulan Total.