#1 Minggu Lada Katokkon di Halaman Rumah: Si Hiperaktif Hampir Membunuh Salah Satu Cabai Katokkon

Lada Katokkon (Cabai Katokkon) sudah melewati minggu pertama (5 Februari 2018) dan minggu kedua (12 Februari 2018), artikel ini khusus mengenai kondisi Lada Katokkon minggu ke-1.  

Baca cara menanam Lada Katokkon di link ini. 

Lada Katokkon di minggu pertama mengalami berbagai hal. Satu tanaman Lada Katokkon hampir mati (Lihat di foto) setelah salah satu sudut tempatnya bertumbuh digali oleh anjing peliharaan kami yang hiperaktif, salah satu dari mereka menggali tanah yang sudah dipatoki batang bambu. Saya tidak bisa mengawasi setiap waktu si hiperaktif.

Seperti pada tulisan sebelumnya, saya menyebutkan bahwa anjing disekitar halaman suka menggali-gali tanah. Untuk mencegah si hiperaktif berhasil menggali lagi Lada Katokkon yang hampir mati, maka saya mencabut batang bambu di sudut tersebut, kemudian mematok ulang bambu tadi, dan menambahkan beberapa batang bambu yang sudah dipotong-potong.

Saya mengubah posisi semua patokan yang melingkari tanaman agar terlihat lebih rapi, lalu menambahkan patokan batang bambu supaya tidak mudah digali oleh anjing peliharaan kami.

Selanjutnya, rumput serta tanaman lainnya mulai bertumbuh. Saya mencabut tanaman tersebut. Beberapa tanaman adalah tanaman buah labu, saya tetap mencabutnya karena area itu khusus untuk Lada Katokkon. 

Saya menggali-gali tanah disamping tanaman agar unsur hara pupuk yang tercampur tanah dapat menyebar dengan baik. Saat ini, saya belum menambahkan pupuk kandang ke Lada Katokkon. Akan saya tambahkan sebulan setelah Lada Katokkon ditanam.

Selama seminggu, dari tanggal 29 Januari 2018 sampai 5 Februari 2018, saya tetap menyiram tanaman ini pada pagi hari (Antara pukul 06.00-09.00) dan sore hari (Antara pukul 16.00-18.00).

Begini kondisi terakhir Lada Katokkon yang saya tanam, nomor 9 adalah Lada Katokkon yang hampir mati. 

 

Ada 9 tanaman Lada Katokkon.

Nomor 9 hampir mati karena digali oleh si hiperaktif.

Demikian.

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.