Rabbit Town Bandung Akhirnya Menanggapi Tuduhan Jiplak yang Mereka Lakukan

Foto: Instagram @rabbittown.id

Objek wisata Rabbit Town beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat netizen karena diduga melakukan plagiat terhadap karya seniman Chris Burden bertajuk Urban Light di Los Angeles County Museum of Art dan karya Yayoi Kusama yaitu Obliteration Room yang penuh polkadot. Pengelola Rabbit Town akhirnya menanggapi isu yang sedang diperbincangkan netizen itu.

Melalui akun Instagram resmi Rabbit Town Bandung, mereka berterima kasih atas semua kritik dan saran yang ditujukan kepada tempat wisata yang berada di Ciumbuleuit, Bandung ini.


“Terima kasih banyak atas semua kritik dan saran yang telah diberikan. Kami akan terus melakukan perbaikan dan pembenahan untuk ke depannya,” tulis @rabbittown.id.

Postingan @rabbittown.id itu telah disukai oleh lebih dari 700 pengguna Instagram. Mereka menuliskan berbagai pendapat. Misalnya, dengan  membalas postingan @rabbittown.id, @djajanto26 kecewa dengan postingan Rabbit Town dengan menuliskan, “Mental tempe memang susah dan berat buat minta maaf, padahal jelas sdh nyontek karya seni orang lain tapi gak mau ngaku & minta maaf.”

Mengenai isu plagiat, begini balasan komentar @puff.moon yang tidak setuju dengan plagiat, ia menuliskan,

“@oyshab hastagaah aing jd kepo ngeliat 😂🤣 itulah beda org memiliki pengetahuan, dan minim pengetahuan. Aku dah banyak kenalan yg kerja di Indonesia, mereka kaget loh dgn “hobby” kita copy paste, donlod gratisan, beli bajakan 😂  Disini minim pengetahuan ttg copyright. Buat negara lain, membajak/meniru/plagiat itu hal Memalukan, buruk dan sangat2 RENDAH karena itu setara dengan PENCURIAN.. Cuma di Indonesia hal tersebut adalah Lumrah.. org yang bergerak di bidang seni/wirausaha yg memulai segala macam dari 0 tau apa itu arti dan makna copyright. Karena kita adalah creator, bukan ekor 😁 jadi kalau ada yg “MENCURI” karya itu harusnya malu dan sebagai creator itu ngezelin banget kalo karya kita dipergunakan apalagi sampai mendapatkan keuntungan tanpa meminta ijin. Buat mbaknya yg pro dengan penjiplakan : semoga suatu saat nanti anda bisa berkarya memulai segala sesuatu dari 0, dan semoga tidak ada yg mencuri / menjiplak. Atau jika suatu saat anda berkesempatan berkarya di negara lain, jgn permalukan martabat Indonesia dgn menyuguhkan karya2 palsu hasil Jiplakan.”

Sebelumnya, anak Mario Teguh, Ario Kriswinar memaparkan bukti-bukti plagiat yang dilakukan oleh pengelola Rabbit Town (Baca disini).

Dalam Instastorynya, Kriswinar mentag akun resmi Instagram Museum of Ice Cream, Amerika Serikat, yaitu @museumoficecream.

Pihak museum asal Los Angeles membalas instastory Ario Kiswinar dengan menuliskan bahwa masalah plagiasi akan dirus oleh kuasa hukum mereka.

 @museumoficecream menuliskan, “Wow! Thank you so Much for sending this over. We will be sending this to our legal team right away. We appreciate it!”

Foto: Instagram.com

Wisata Rabbit Town Bandung Diduga Melakukan Plagiat Level Dewa

 

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.