Syukur, BMKG: “Peringatan Dini Tsunami di Lombok Berakhir”

Foto: Twitter.com

Minggu malam, 5 Agustus 2018, saya membuka Twitter dan melihat tagar mengenai Lombok sedang menjadi tren, apa gerangan dengan lombok? Ternyata, Lombok diguncang gempa bumi 7.0 SR, dengan peringatan akan terjadi tsunami seperti yang dikicaukan oleh Twitter resmi BMKG. Gempa juga terasa di Bali. 

Pukul 20.18 BMKG mengicaukan informasi potensi tsunami akibat gempa 7.0 SR di Lombok. 

Mengetahui hal tersebut, saya menghubungi beberapa teman saya yang bekerja di Lombok. Teman yang pertama nomor hpnya tidak bisa dihubungi, saya sedikit cemas, ternyata dia sudah di Ambon, tidak di Lombok lagi. Kami kemudian chatting di WhatsApp mengenai gempa Lombok. 

Teman saya yang kedua juga sudah tidak bekerja lagi di Lombok, kembali ke Jawa, saya lumayan lama mengobrol dengannya mengenai kondisi Lombok saat itu berdasarkan postingan foto dan video di Twitter. Ia menyebutkan, gempa Lombok terasa hingga Jawa. 

Peristiwa yang menjadi perhatian saya dengan melihat foto dan video di Twitter adalah motor-motor tergeletak, bangunan yang roboh, orang-orang bergegas menggunakan kendaraan mereka menuju tempat yang lebih tinggi, beserta foto dihari lain yang memperlihatkan orang terpaksa dirawat di jalan, dimana infus tergantung. 

Terakhir, saya menelepon teman saya lain yang bekerja di Gramedia Lombok, ia menyebutkan, “Aku merasakan gempa yang besar, lampu-lampu jalan mati.” Lebih lanjut, ia menyebutkan polisi mengeluarkan pengumuman, “Polisi mengatakan, gempa ini tidak menyebabkan tsunami, air laut juga tidak naik.”

Pukul 20.25, BMKG kembali menuliskan, peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa 7.0 SR, dinyatakan telah berakhir.

“#Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.0, tanggal: 05-Aug-18 18:46:35 WIB, dinyatakan telah berakhir#BMKG,” tulis BMKG. 


Syukurlah, gempa yang terjadi tidak menyebabkan tsunami, untuk teman-teman saya, dan siapapun Anda yang berada di Lombok, saya mendoakan agar Lombok terhindar dari gempa serta tsunami. 

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.