Pengalaman Mengenai Bom dan Barang Tajam di Bandara

Foto: Anna Aero

Peraturan bandara sangat ketat mengenai penyebutan kata bom atau membawa barang tajam seperti golok, bahkan gunting sekalipun tidak diijinkan.

Menyebut kata bom yang berakibat ketakutan kepada orang lain di bandara bisa menyebabkan kita berurusan dengan pihak berwajib.

Kita tidak diijinkan membawa barang tajam, karena bisa berbahaya bagi petugas bagasi saat melakukan pengecekan dan membawanya.  

Saya memiliki pengalaman mengenai bom dan barang tajam ketika berada di Bandara Hasanuddin Makassar. Pada Sabtu, 28 Juli 2018 saya dan mama menggunakan Batik Air ke Sorong, Papua Barat. 

Mulai dari check in hingga tiba di Gate 3 kami tidak mengalami kendala apapun.

Melalui gate 3, kami kemudian dipersilahkan naik ke atas bus pengantar.

Berada di depan tangga pesawat, orang-orang sedang mengantri, saya sendiri paling belakang mengantri naik ke atas pesawat.

Seperti biasa, di pintu masuk pesawat ada pramugari yang mengucapkan selamat datang, ada dua pramugari sedang berada di pintu pesawat.

Saya menunjukkan boarding pass dan menyebutkan nomor kursi kepada kedua pramugari yang senyum tanpa lelah.

Seorang pramugari pria bertanya kepada saya, “Mas bawa oleh-oleh kan?,” Dengan nada bertanya agak serius.

Saya agak kaget dengan pertanyaan tersebut, karena ini pertama kalinya saya mendapat pertanyaan dengan nada suara pramugari agak serius, saya berpikir sejenak dalam beberapa detik saja, “Tadi selama di bandara, saya tidak mengucapkan kata bom, atau membawa barang berbahaya, tapi ditanya kayak gini.”

Saya menjawab kepada pramugari tersebut, “Benar Pak, saya bawa oleh-oleh, tapi saya taro di bagasi.”

Pramugari menjawab, “Oh di bagasi, kenapa tidak dibawa saja ke pesawat mas, biar oleh-olehnya buat saya.” Pramugari itu sedang bercanda. 

“Boleh juga,” jawab saya. Saya langsung lega dan tenang, kirain ada yang serius sekali, Wkwwkwk.

Ketika berjalan menuju kursi, saya mendengar pramugari pria tersebut berkata, “Tegang dia tadi.”

Saya terus berjalan, dalam pikiran saya, “Lumayan, ini bisa jadi sebuah tulisan sederhana untuk blog saya.” 

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.