Latihan Hanya 10 Hari, SMA Pelita Rantepao Juara 1 di Festival Pelajar Se-Sulawesi Selatan 2018

Foto: Facebook Zhyta Larasati Pala’langan

Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan pada 26-28 Oktober 2018 telah menyelenggarakan Festival Pelajar Tahun 2018 dengan tema “Pelajar Andalan Sukses Jaya” yang mengusung konsep “Bermain Sambil Belajar.” Festival tersebut diikuti oleh pelajar SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Salah satu jenis lomba yang dipertandingkan dalam Festival Pelajar 2018 adalah tari kreasi tradisional. SMA Pelita Rantepao menjadi salah satu peserta. Sekolah yang dipimpin oleh Cicilia Sri Arum Widyaningsih itu berhasil menjadi juara 1 Tari Kreasi Tradisional.  

Judul tarian yang dibawakan oleh SMA Pelita Rantepao adalah “Terbelenggu.” Guru sekaligus koreografer Terbelenggu, Zhyta Larasati Pala’langan mengungkapkan, “Isi tarian ini mengisahkan seorang anak yang ingin bersekolah namun tidak mendapat izin dari Ibunya.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Konsep terbelenggu diambil dari pola pikir seorang Ibu yang masih berpikir sempit dan menganggap anak gadis tidak perlu bersekolah tinggi, sebab pada akhirnya hanya akan bekerja di dapur. Dari sisi anak sendiri, ia tetap teguh, ingin bersekolah dan menganggap Pendidikan penting. Akibat keinginan yang tidak terpenuhi, ia kemudian menjadi depresi.”

Tarian Terbelenggu bertujuan agar orang tua peduli dengan pendidikan anaknya, selain itu, tujuan bagi anak agar ia tidak terlalu memaksa keinginan sehingga tertekan dan depresi, ungkap Zhyta.

Tarian Terbelenggu sudah beberapa bulan dipersiapkan oleh Zhyta, awalnya untuk lomba lain. Saat menari di festival, para penari mengenakan pakaian dan aksesoris Toraja. 

5 pelajar SMA Pelita Rantepao, yakni Viona Virga berperan sebagai seorang Ibu, Gabriela Ivanka Rerungan berperan sebagai anak, kemudian Arisa Ranteallo, Liku Rantepadang, dan Loisya Triputri Dengen berperan sebagai teman dan masyarakat. Kelima pelajar tersebut merasa senang memerankan karakter mereka masing-masing.

Setiap pelajar memiliki pandangan masing-masing ketika ditanyai, “Apakah kamu kesulitan atau tidak memerankan karakter tersebut?” Viona mengatakan bahwa ia tidak kesulitan memerankan Ibu. Lain pula dengan Gabriella, awalnya kesulitan berperan sebagai anak, namun, keseringan latihan serta menghayati peran membuatnya terbiasa dan tidak mengalami kesulitan lagi. 

Penari lain yaitu, Arisa, Loisya, dan Liku, menjelaskan bahwa mereka mengalami kesulitan sebab harus memerankan dua karakter, yakni teman dan masyarakat. Liku melanjutkan, ia kesulitan karena latihan 10 hari saja.

Kerja keras mereka berbuah manis, walaupun latihan 10 hari saja, termasuk merenovasi tarian dan menjadikan tarian kelompok, mereka keluar sebagai pemenang sebagai Juara 1 Tari Kreasi Tradisional Festival SMA Se-Sulawesi Selatan. Tentu saja mereka bahagia atas kemenangan tersebut.

Tonton video tarian Terbelenggu dari penari SMA Pelita Rantepao berikut ini.

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.