Viral Sriwijaya Air Bawa Durian Sekitar 2 Ton, Bagaimana Aturan Membawa Durian?

Ilustrasi Foto oleh Oktofian Kendek/ Menginspirasi.com

Saya menyukai rasa dan bau durian, begitu juga dengan kita orang Indonesia pada umumnya, namun berbeda dengan kebanyakan orang barat yang pernah saya temui ketika membahas buah durian, mereka rata-rata mengatakan suka rasa durian, namun tidak nyaman dengan aroma yang dihasilkan oleh durian.

Berkaitan dengan aroma durian, baru-baru ini viral mengenai aroma durian menyengat yang tercium oleh penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 091 tujuan Bengkulu-Jakarta. Diketahui Sriwijaya Air membawa durian kira-kira 2 ton.

Penumpang terganggu dan peristiwa itu menjadi hangat di sosial media setelah seorang penumpang bernama Amir Zidane yang dikenal sebagai Road Manager band Steven and The Coconut Treez mengunggah video ke Facebook.

Amir menuliskan bahwa aroma durian yang menyengat mengakibatkan penumpang melakukan protes kepada awak kabin, sehingga penumpang turun dari pesawat.

Sempat terjadi perdebatan antara petugas dengan penumpang sehingga durian diturunkan dari pesawat. Barulah, pesawat terbang.

Amir juga mengunggah video ketika penumpang berada di luar pesawat menunggu durian dikeluarkan. Lalu Amir menunjukkan bagasi yang bebas dari durian.   

Kata Kementrian Perhubungan Soal Membawa Durian

Bagaimana dengan SOP yang berlaku berkenaan dengan membawa durian? Plt Dirjen Perhubungan Udara M Praminthoadi lewat keterangan pers yang dirujuk dari Detik.com (7/11/2018), mengungkapkan bahwa durian, terasi, ikan asin, dan barang berbau menyengat yang dibawa ke  kabin pesawat memang tak dilarang, karena durian tidak termasuk kategori dangerous goods. Namun, dalam penanganannya, ada SOP dan harus mengacu pada SOP tersebut.

Semenjak tahun 2015, durian sebagai komoditas Begkulu telah diangkut menggunakan pesawat kata Praminthoad.

Aturan Membawa Durian

Permenhub 53/2017 mengatur tentang Pengamanan Kargo dan Pos serta Rantai Pasok (Supply chain) Kargo dan Pos yang Diangkut dengan Pesawat Udara dalam pasal 24 tertulis bahwa barang-barang yang mudah rusak (Perishable goods)  seperti buah, harus melewati pemeriksaan khusus.

Pasal 24

(1) Kargo dan pos jenis tertentu dilakukan pemeriksaan khusus.

(2) Kargo dan pos jenis tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain:

  1. jenazah dalam peti;
  2. vaksin;
  3. plasma darah dan organ tubuh manusia;
  4. barang-barang medis yang mudah rusak;
  5. hewan hidup (live animal);
  6. barang-barang yang mudah rusak [perishable goods);
  7. barang-barang ukuran besar (kategori Out Of Gauge /OOG) dan berat (kategori Heavy/HEA) yang tidak dimungkinkan diperiksa melalui mesin x-ray; dan
  8. kargo lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal.

(3) Pemeriksaan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara :

  1. pemeriksaan fisik kargo secara manual; dan
  2. pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian

dokumen dari instansi terkait jika dipersyaratkan.

(4) Barang-barang mudah rusak (perishable goods) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f antara lain :

  1. ikan dan hasil laut lainnya;
  2. sayur-sayuran;
  3. buah-buahan;
  4. benih; dan
  5. bibit

Pengamat penerbangan, Alvin Lie di Twitter mengatakan secara umum durian boleh dibawa kedalam bagasi pesawat. Pada Selasa, 6/11/2018, Alvin menuliskan, “Sejauh dikemas baik, Kedap udara, kedap bau (bau menyengat tidak merebak ke mana-mana), tidak ada masalah bawa durian. Selama total beban yang diangkut pesawat tidak melampaui Maximum Take Off Wight, tidak ada pelanggaran dan tidak membahayakan.”

Setuju dengan Alvin, Senior Corporate Communication Sriwijaya Air, Retri Maya menuturkan durian bukan kategori barang berbahaya walaupun ada ciri aroma yang kuat (Kompas.com, 7/11/2018).

Dapat disimpulkan bahwa membawa durian di kabin pesawat diperbolehkan, namun pastikan bahwa sudah dikemas dengan baik dan tidak mengeluarkan aroma yang dapat mengganggu penumpang.

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.