RIP Stephen Hillenburg Pencipta Spongebob Squarepants

Foto oleh Oktofian Kendek/ Menginspirasi.com

Saya mengakui, kartun Spongebob Squarepants adalah salah satu kartun yang menghibur dan lucu selain Tom and Jerry.

Tingkah Spongebob dan Patrick, serta reaksi si tentakel Squidward yang terganggu dengan kelakuan aneh spons dan bintang laut, membuat kita tertawa.

Boleh dikatakan bahwa seri kartun Spongebob Squarepants adalah kartun yang meninggalkan kesan bagi banyak anak-anak dengan cerita yang terjadi di Bikini Bottom.

Banyak episode yang lucu, tapi ada satu episode yang kelucunnya berbeda dan aneh, yaitu Episode ke-42 ‘Club Spongebob’ mengenai Puja Kerang Ajaib, dimana Squidward yang selalu berpikir logis dan tidak mudah percaya dengan hal-hal aneh dan mistis tiba-tiba percaya dengan kehebatan kerang ajaib, yang mana ketika tidak percaya dengan perkataan kerang ajaib maka seseorang akan celaka. Pada akhirnya Squidward percaya dengan menjulurkan lidahnya ulululululululululululululululululululu, (hahaha).

Film kartun ini tidak hanya lucu namun juga inspiratif saat episode ‘Sweet Victory’ dimana Squidward berhasil menjawab tantangan Squilliam yaitu Squidward bisa membuat band musik yang fenomenal. Awalnya terjadi banyak masalah ketika latihan bersama orang-orang dari Bikini Bottom, namun tidak disangka saat pertunjukkan band yang dibuat Squidward sangat bagus, Spongebob bernyanyi dengan sangat baik, hingga akhirnya membuat Squilliam pingsan, saking sukar percaya dengan pertunjukan band Squidward.

Karakter Spongebob dan Patrick tidak lepas dari karakter penciptanya di dunia nyata, dimana ia adalah seorang humoris.

 Pribadi Stephen Hillenburg yang jenaka tercermin dari kartun yang ia buat. Jiwa seorang seniman ada dalam  karya yang ia hasilkan.

Senin, 26 November 2018 Stephen Hillenburg menghembuskan nafas terakhir akibat menderita penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

ALS atau Lou Gehrig merupakan penyakit yang menyerang sel-sel pengontrol gerakan yang berpusat di otak serta sumsum tulang belakang, menyebabkan tubuh yang dijangkiti sulit bergerak, terutama bagian wajah, lengan, dan kaki.

Selama Stephen Hillenburg hidup, beberapa karyanya yang terkenal selain Spongebob Squarepants yakni Green Beret, kehidupan para bayi ‘Rugrats’, dan ‘Wormholes’ tahun 1992.

Rest in Peace Stephen Hillenburg, terima kasih menghadirkan keceriaan bagi penggemar Spongebob Squarepants.

Suka menjelajah pantai dan perbukitan, termasuk naik pohon. Menyelesaikan kuliah fakultas Bisnis di Yogyakarta.